PESONA BOMBANA: PANTAI TAPOAHI

Posted: April 8, 2012 in Geowisata
Tags: , ,

Bombana, kabupaten yang terkenal akan tanah emasnya. Kandungan emasnya yang seolah tidak habis-habis walau berkali-kali ditambang, telah mengundang para pendatang terutama para penambang emas, untuk bermukim di daerah ini. Para pendatang tersebut jugalah yang telah menularkan teknik menambang emas kepada para penduduk asli yaitu Suku Moronene, serta para warga transmigran di sekitar lokasi tambang. Sehingga, semakin banyak tanah yang dibuka dan semakin banyak sungai yang mengering dan berlumpur sebagai dampak negatif dari penambangan.

Namun, keasrian alam Bombana sama sekali belum memudar. Berbagai pesona alam yang masih hijau dan alami namun masih terabaikan siap untuk menyegarkan tiap jiwa yang letih dan jenuh. Satu dari pesona tersebut ialah Pantai Tapoahi.

Pantai Tapoahi terletak tidak jauh dari pusat perekonomian sekaligus ibukota Kabupaten Bombana, yaitu Kasipute (Rumbia). Tepatnya pada koordinat 4°47’37,77” LS dan 122°4’49,08” BT, di ujung timur kabupaten ini. Dari lokasi penambangan emas, pantai ini dapat ditempuh selama kurang lebih 1 jam perjalanan, dengan kondisi jalan yang relatif baik. Kendaraan roda dua atau lebih dapat mencapai tempat ini, mobil bahkan dapat masuk hingga ke zona pasang surut air laut.

Pantai Tapoahi saat hari libur, tujuan wisata warga Bombana

Lokasinya yang dekat dengan pusat ibukota, membuat pantai ini menjadi destinasi wisata utama bagi warga Bombana saat liburan atau akhir pekan. Arusnya yang tenang tak berombak dan dangkal membuat pantai ini cukup aman dan nyaman untuk berendam, bermain air, atau berenang. Tidak banyak batu-batu karang di dasarnya, sehingga tak perlu khawatir mengalami cedera karena menabrak batu karang saat berenang. Hanya di sudut-sudut pantai batu karang tampak muncul ke permukaan air.

Saat surut, kedalaman pantainya bahkan hanya sekitar 1 meter dan merata hingga jauh ke tengah laut, sehingga garis pantainya pun nampak lebih luas dari biasanya. Airnya pun cukup jernih hingga kita bisa melihat kaki kita saat bermain air di dalam air. Namun, kondisi yang jauh berbeda terjadi saat air pasang. Pantai yang tenang dan bersih ini akan berubah 180° menjadi berombak serta tercemar lumpur dan rempah ranting. Garis pantainya pun bergeser jauh ke daratan hingga mencapai tepi jalan dan kedalaman air naik hingga setengah meter lebih dalam.

Meskipun demikian, pantai ini tetap aman untuk berendam dan berenang karena tidak ada arus yang membawa kita hanyut ke tengah laut. Justru arus tersebut mendorong apapun yang di laut hanyut menuju daratan. Oleh karena itu, di tepi pantai banyak bertumpuk ranting-ranting kayu dan kerikil yang terendapkan.

Ketenangan Pantai Tapoahi saat surut. Tampak kumpulan endapan bebatuan sekis mika dari Kompleks Pompangeo.

Namun, tidak adanya pengelolaan dari warga setempat maupun dari pemerintah daerah agak mengurangi kenyamanan pengunjung pantai ini. Parkir kendaraan misalnya, untuk yang menggunakan sepeda motor memang tidak masalah, tetapi bagi pengunjung yang menggunakan mobil dan sejenisnya kerap kesulitan mencari lahan parkir. Sebab saat musim liburan, lahan kosong di tepi pantai sudah penuh dengan kendaraan bermotor. Akibatnya, mobil pun menumpuk di tepi jalan yang sejatinya hanya seukuran 1 mobil. Memang lahan kosong yang tersedia tidak cukup luas karena lokasinya yang berada di kaki perbukitan batuan metamorf Kompleks Pompangeo. Tapi, jika semak belukar yang tumbuh diantara jalan dan pantai dibersihkan, maka akan tersedia area parkir yang cukup luas.

Di beberapa sudut jalan menuju pantai ini pun ada beberapa tambang sirtu yang menggunakan alat berat sehingga berpotensi merusak jalan yang memang tidak beraspal. Secara geologis, batuan tersebut sebenarnya kurang baik untuk bahan konstruksi karena terdiri dari sekis mika yang getas. Selain itu, batuan ini juga bernilai ilmiah karena merupakan salah satu batuan tertua di kaki Pulau Sulawesi. Batuan berumur Paleosen tersebut menjadi batuan dasar dari formasi-formasi yang lebih muda, seperti Fm. Langkowala dan Fm. Boepinang (Simandjuntak drr., 1993). Jadi, singkapan batuan tersebut sangat berharga bagi ilmu kebumian.

Pantai ini memang belum dikelola secara profesional. Tapi, keasriannya pun harus terjaga kelestariannya, jangan sampai kawanan kelomang, anak ikan, dan kepiting karang yang masih bebas berkeliaran menghilang akibat habitat yang terganggu. Pengelolaan secara swadaya pun sudah cukup untuk sekedar menjajakan makanan dan minuman, tempat berbilas dan ganti pakaian, tempat sampah, serta lahan parkir yang lebih luas. Karena pesona Bombana bukan hanya tentang emas.

Para pengunjung yang menikmati suasana pantai, termasuk seorang pemuda yang tengah mencoba peruntungan jodohnya.

Menikmati pemandangan lepas pantai dari atas singkapan sekis mika dari Kompleks Pompangeo. Salah satu lokasi favorit pengunjung untuk berfoto.

Comments
  1. […] Menikmati pemandangan lepas pantai dari atas singkapan sekis mika dari Kompleks Pompangeo. Salah satu lokasi favorit pengunjung untuk berfoto. (Tulisan bersumber : https://iqbalputra.wordpress.com/2012/04/08/pesona-bombana-pantai-tapoahi/) […]

  2. […] Menikmati pemandangan lepas pantai dari atas singkapan sekis mika dari Kompleks Pompangeo. Salah satu lokasi favorit pengunjung untuk berfoto. (Tulisan bersumber : https://iqbalputra.wordpress.com/2012/04/08/pesona-bombana-pantai-tapoahi/) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s