KOPI LUWAK (CIVET COFFEE), KOPI MAHAL ASLI INDONESIA

Posted: November 26, 2011 in Kesehatan, Pengalaman
Tags: , , , ,

Anda tahu Kopi Luwak? Atau bahkan mungkin sudah pernah mencobanya? Bagi Anda yang belum pernah mencobanya, perlu Anda ketahui bahwa Kopi Luwak bukanlah salah satu jenis biji kopi. Kopi ini merupakan berbagai jenis biji kopi yang dicerna luwak dan keluar bersama sisa pencernaan lain, namun tidak berbentuk feses, tetapi masih berbentuk biji kopi utuh, hanya kulit terluarnya saja yang telah habis dicerna.

Kopi Luwak dari Liwa – Lampung

Luwak (Paradoxurus hermaphroditus) merupakan hewan sejenis rubah dengan tinggi seukuran lutut orang dewasa dan panjang dari kepala hingga ekor dapat mencapai setengah meter. Moncong panjang dengan kumis di sekitar mulut dan hidung, memiliki cakar, ekor yang panjang, bulu berwarna coklat kehitaman dan warna putih di ujung ekornya. Hewan ini memakan buah berri seperti buah pohon ara dan palem, buah masak, biji-bijian, serangga, dan vertebrata kecil. Kendati memakan biji, pencernaannya sendiri tidak mencerna biji tersebut secara keseluruhan sehingga biji yang sudah dimakan tersebut sering ditemukan berbentuk utuh di dalam fesesnya atau hanya kulit luarnya saja yang habis tercerna. Hal inilah yang menjadi dasar pembuatan Kopi Luwak.

Menurut salah satu petani Kopi Luwak di Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Propinsi Lampung, luwak biasanya diberi makan selepas maghrib atau isya (sekitar pukul 18.30-19.30). Kemudian, kotorannya dikumpulkan di pagi harinya. Waktu antara luwak tersebut memakan kopi hingga keluar dalam bentuk kotoran berkisar 6-7 jam. Biji kopi yang dikeluarkan luwak tersebut kemudian dicuci dan didiamkan di bawah sinar matahari. Terakhir, biji kopi tersebut dipanggang sebentar agar citarasa kopi yang telah melalui pencernaan luwak tersebut tetap tersimpan di dalam biji kopi.

Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)

Asal mula Kopi Luwak berkaitan dengan sejarah produksi kopi di Indonesia. Kopi-termasuk kopi Arabika yang dibawa dari Yaman-merupakan salah satu komoditi yang harus ditanam pada era tanam paksa (cultuurstelsel) di Jawa dan Sumatra, pada tahun 1830-1870. Selama era tersebut pula para petani lokal dan pekerja kebun dilarang mengambil biji kopi untuk keperluan pribadi mereka. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan niat mereka untuk membuat kopi seduh yang terkenal. Lalu, mereka mengetahui bahwa ternyata spesies musang tertentu atau luwak memakan buah kopi tersebut, namun bijinya yang keluar bersama kotorannya masih utuh tanpa tercerna. Mereka lalu mengumpulkan biji-biji tersebut, membersihkan, memanaskan dan menggilingnya untuk dijadikan minuman. Ketenaran aroma kopi luwak kemudian menyebar dari kalangan lokal hingga pemilik kebun dan segera menjadi minuman favorit mereka. Namun, karena langka dan prosesnya yang tidak biasa, harga kopi luwak menjadi mahal kendati masih masa penjajahan.

Kopi Luwak yang dalam Bahasa Inggris diterjemahkan menjadi Civet Coffee, merupakan salah satu kopi termahal di dunia. Harga kopi luwak sebenarnya ditentukan dari jenis kopi yang digunakan sebagai makanan luwak itu sendiri. Di daerah Liwa, Kabupaten Lampung Barat, kopi yang digunakan umumnya berasal dari jenis arabika. Untuk bahan baku kopi ini, harga kopi bubuknya bisa mencapai Rp. 30.000,- untuk takaran 1-2 cangkir. Untuk kopi jenis Robusta, harganya bisa 2 kali lebih mahal.

Mahalnya kopi ini diikuti oleh aroma kopinya yang khas dan rasa kopi yang tidak begitu pahit. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan kandungan caffeol, yaitu salah satu minyak nabati dalam kopi yg mengatur aroma dan rasa kopi. Minyak ini terbentuk saat kopi dipanaskan pada temperatur sekitar 200° C (392° F). Itulah mengapa, aroma dan cita rasa kopi luwak mempunyai karakteristik tersendiri, termasuk rasanya yg tidak sepahit kopi pada umumnya serta aman dikonsumsi oleh penderita maag.

 

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Kopi_Luwak

Bincang-bincang dengan salah seorang petani Kopi Luwak di Liwa, Kab. Lampung Barat, Lampung

Comments
  1. jasa cuci karpet says:

    Hi there, I think your site might be having browser compatibility issues.
    Whenever I look at your site in Safari, it looks fine however when opening in
    Internet Explorer, it’s got some overlapping issues.

    I simply wanted to provide you with a quick heads up! Apart from that, wonderful
    website!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s