KETIKA KEDELAI MAHAL

Posted: April 28, 2009 in Kesehatan, Pengalaman, Sesi Curcol
Tags: ,

Potensi manusia umumnya akan maksimal ketika terdesak. Beberapa penduduk bangsa kita telah membuktikannya. Ketika kedelai mahal, mereka mencari-cari cara untuk mengimbanginya. Disinilah kreativitas diperlukan. Beberapa penduduk tersebut berhasil mensubtitusi pauk yang berasal dari kedelai, terutama tahu dan tempe, dengan singkong.

Di Jawa Tengah, saya lupa kota tepatnya, singkong tersebut diolah menjadi semacam perkedel. Ternyata pauk tersebut berhasil menggantikan peran tahu dan tempe dalam industri wartegnya. Sebab harganya jauh lebih murah tetapi rasanya sama bahkan kabarnya lebih enak daripada tempe.

Kasus lainnya ialah upaya mengimbangi naiknya harga minyak goreng curah. Subtitusi yang digunakan sebenarnya tidak asing, yaitu pasir. Tetapi cara ini baru digunakan untuk masakan kering saja seperti kerupuk atau sejenisnya. Hasilnya sudah tentu bebas kolesterol dan bisa menghemat bahan bakar minyak yang katanya cadangannya tinggal sedikit.

Itu baru dua contoh kasus. Dengan daya kreativitas tersebut, sebenarnya kita tidak perlu hanya bergantung pada pemerintah. Dengan berkreasi sedikit, beban pun sedikit berkurang. Jika didukung dengan kebijakan pemerintah yang sesuai, bukan tidak mungkin masalah ekonomi bangsa kita teratasi dengan usaha sendiri. Tanpa perlu dana eksternal yang membuat utang kita membengkak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s