RUQYAH: MUSYRIK ATAU SYARIAT?

Posted: October 31, 2008 in Agama
Tags: , ,

Pernahkah merasakan sesuatu yang gaib atau mendengar ada orang yang mampu melihat makhluk-makhluk gaib? Hati-hati dengan hal tersebut. Sebab kemampuan yang biasa disebut indera keenam itu sebenarnya bukanlah kelebihan, tetapi sebuah penyakit atau sesuatu yang tidak baik. Segala penyakit tentu harus disembuhkan, tidak terkecuali kemampuan tersebut. Celakanya, kemampuan ini ternyata bersifat turunan. Jadi, meskipun kita tidak pernah mempelajarinya, bukan tidak mungkin kita memiliki kemampuan tersebut.

Di dalam ajaran Islam, ada istilah yang disebut ruqyah. Dalam ruqyah, sama sekali tidak ada perantara jin atau makhluk halus apapun, melainkan murni hanya dengan membaca ayat-ayat Al Qur’an tertentu. Dalam sebuah Hadits Riwayat Muslim disebutkan bahwa: “Dari Auf bin Malik Al Asyja’l berkata: Kami dahulu melakukan Ruqyah pada masa Jahiliyah, lalu kami berkata kepada Rasulullah: Bagaimana menurutmu tentang hal itu wahai Rasulullah? Rasul berkata: Tidak mengapa dengan Ruqyah selama tidak ada kemusyrikan di dalamnya.” (HR. Muslim)

Menurut H. Maman Surahman Az Zuhri, setiap orang yang mampu membaca Al Qur’an, akan mampu meruqyah dirinya sendiri. Sebab menurutnya, akan lebih afdol jika ruqyah itu dilakukan oleh diri sendiri.

Ruqyah ini digunakan untuk menghilangkan sesuatu yang negatif pada tubuh yang disebabkan oleh gangguan jin, disadari maupun tidak. Untuk gangguan jin yang disadari contohnya ialah fenomena kerasukan yang belakangan ini marak terjadi. Untuk gangguan ini, ruqyahnya dilakukan oleh orang lain terhadap pihak yang diganggu. Sedangkan untuk gangguan jin yang tidak disadari, ruqyahnya dapat dilakukan oleh diri sendiri maupun meminta pertolongan kepada orang yang mampu. Gangguan yang tidak disadari ini lebih berbahaya daripada gangguan jin yang kita sadari.

Macam-macam gangguan jin tersebut antara lain:

  1. Sihir Tafriq (memisahkan hubungan suami istri dan mengacaukan rumah tangga seseorang). Lihat Q.S Al Baqarah: 102
  2. Sihir Mahabbah (pelet, asihan atau terkenal dengan ajian semar mesem)
  3. Sihir Takhyil (sihir khayal, hipnotis, sulap, dll)
  4. Sihir Junun (sihir yang membuat seseorang menjadi gila atau stress)
  5. Sihir Khumul (sihir yang membuat seseorang menjadi pemalas sehingga merusak atau menghancurkan karir atau bisnis)
  6. Sihir Maradh (sejenis teluh atau guna-guna yang menyebabkan adanya sakit dalam tubuh)
  7. Sihir Ta’thilu Zawaj (membuat seseorang tidak menikah selamanya)

Macam-macam gangguan tersebut bisa terjadi akibat dikirim seseorang melalui perantara jin maupun akibat gangguan jin itu sendiri guna menjerumuskan manusia pada kekafiran.

Untuk gangguan yang tidak disadari, terdapat ciri-ciri bahwa kita telah terkena gangguan tersebut. Yaitu antara lain:

  1. sering gelisah, dada terasa sempit dan cemas yang berlebihan. Selalu was-was dan merasa ketakutan yang berlebihan, merasa bahwa kematian sedang mengancam.
  2. sering mengalami gangguan tidur (selalu terlambat tidur sampai tengah malam, mengalami gangguan tidur seperti merasa tertindih, bermimpi buruk, mata terpejam namun pikiran melayang tak tentu)
  3. mudah tersinggung dan tidak dapat mengendalikan emosi.
  4. selalu teringat kepada seseorang dan merasakan cinta yang berlebihan, sebaliknya juga muncul perasaan benci yang tidak biasanya kepada pasangan.
  5. merasa malas yang berlebihan dalam beribadah, mengakhirkan atau melalaikan shalat, malas membaca Al Qur’an dan berat dalam berzikir.
  6. hati selalu bimbang, sulit konsentrasi dan sering tenggelam dalam khayalan.
  7. sering mengalami gangguan sakit kepala, vertigo atau migrain yang berlebihan.
  8. syahwat tidak terkendali, selalu ingin melakukan hal-hal yang bersifat mesum.

Jika gejala-gejala tersebut dirasa terdapat dalam diri anda, tindakan pertama yang harus dilakukan ialah membaca Al Qur’an selama mungkin, minimal 30 menit. Meskipun apabila misalnya terasa panas atau pusing ketika membacanya, paksakan terus untuk membacanya sampai minimal 30 menit. Ayat yang dibaca bebas, namun diutamakan untuk membaca ayat-ayat ruqyah seperti Al Fatihah 1-7, Al Baqarah 1-5, 102, 255-257, 284-286, Ali Imran 1-9, 18-19, 26-27, Al A’raaf 54-56, 117-122, Al Mu’minuun 115-118, Ash Shaffaat 1-10, Yunus 79-82, Thaha 65-70, Al Hasyr 21-24 dan Al Jin 1-9. Jika setelah beberapa kali rasa panas dan atau sakit tersebut masih terasa, dianjurkan untuk meminta pertolongan pada orang yang mampu meruqyat untuk menghilangkan perasaan gelisah tersebut.

Comments
  1. Aziz says:

    Emh… Mantaff…..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s